Israel Tingkatkan Serangan ke Lebanon dan Gaza, Netanyahu: Perang hingga Menang Total

PADEK.JAWAPOS.COM-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya akan terus berperang hingga mencapai kemenangan total dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Gaza, dan melanjutkan serangan terhadap kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah.
Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya serangan Israel di Lebanon dan penolakan terhadap seruan internasional untuk gencatan senjata.
Aljazeera melaporkan, militer Israel melancarkan serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Beirut selatan pada Jumat (28/9), menewaskan dan melukai sejumlah warga serta meruntuhkan beberapa bangunan.
Serangan tersebut menambah daftar korban tewas di Lebanon, yang kini mencapai lebih dari 700 orang sejak awal pekan, termasuk sekitar 25 orang sejak Jumat pagi, menurut laporan Kementerian Kesehatan Lebanon.
Israel juga mengklaim akan terus menyerang Hezbollah hingga ancaman di perbatasan dapat diredam.
Di Gaza, serangan udara Israel menghantam sebuah tenda yang menampung pengungsi di dalam kompleks rumah sakit, menewaskan satu orang Palestina dan melukai empat lainnya.
Serangan Israel yang dimulai sejak 7 Oktober telah menewaskan 41.534 warga Palestina dan melukai lebih dari 96.000 orang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Di sisi Israel, serangan yang dipimpin Hamas telah menewaskan 1.139 orang, dengan lebih dari 200 orang dilaporkan ditahan sebagai sandera.
Dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat, Netanyahu mengecam "kebohongan dan fitnah" yang dilontarkan terhadap Israel dan memperingatkan Iran akan dampak dari keterlibatannya di Lebanon.
Pidato tersebut disambut protes dari sejumlah delegasi yang memilih keluar dari ruang sidang, sementara para pendukung Netanyahu bersorak.
“Negara saya sedang berperang untuk mempertahankan hidupnya. Kami akan terus berjuang hingga mencapai kemenangan total," tegas Netanyahu.
Netanyahu juga menegaskan bahwa Hamas, yang memimpin Gaza, tidak boleh berperan dalam rekonstruksi wilayah tersebut. “Jika Hamas tetap berkuasa, mereka akan menyerang Israel lagi dan lagi. Jadi, Hamas harus pergi,” tandasnya.
Seruan dunia untuk gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah, yang disuarakan oleh Amerika Serikat, Prancis, dan negara-negara lain, telah diabaikan oleh Israel.
Netanyahu bersikeras bahwa Israel berhak untuk menghilangkan ancaman di sepanjang perbatasan Lebanon. “Kami akan terus mereduksi Hezbollah hingga semua tujuan kami tercapai,” katanya.
Serangan Israel di Lebanon dan Gaza telah menyebabkan lebih dari 90.000 orang mengungsi di Lebanon, menurut laporan PBB. Ketegangan ini menambah kekhawatiran internasional akan meningkatnya eskalasi konflik yang bisa berubah menjadi perang regional.
Netanyahu menutup pidatonya dengan menekankan bahwa situasi yang tidak dapat diterima telah berlangsung terlalu lama. "Bayangkan jika teroris menjadikan El Paso dan San Diego sebagai kota hantu...Seberapa lama pemerintah Amerika akan mentolerir itu?" tanyanya.
Sebelumnya, AS, Prancis, dan sekutu lainnya telah menyerukan gencatan senjata selama 21 hari untuk memungkinkan negosiasi, di tengah kekhawatiran bahwa eskalasi kekerasan dalam beberapa hari terakhir dapat meningkat menjadi perang total.
Dua pembicara sebelum Netanyahu mengkritik perang Israel di Gaza. "Tuan Netanyahu, hentikan perang ini sekarang," kata Perdana Menteri Slovenia Robert Golob saat menutup pidatonya, sambil mengetuk meja.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengecam serangan Israel di Gaza. "Ini bukan hanya konflik. Ini adalah pembantaian sistematis terhadap orang-orang Palestina yang tidak bersalah," ujarnya seperti dilansir dari Aljazeera.(ajz)






Komentar
Posting Komentar